Merelakan Sang Istri

Ada cerita sebuah keluarga yang sangat harmonis suaminya sangat setia dengan istrinya apapun kemauannya selalu dituruti. Pada suatu saat istrinya meninggal dunia dan dimakamkan. Setelah sampai di kuburan istrinya, sang suami pun mengipas-ngipasi kuburan sang istri. Ini berlangsung sampai lama. Setelah beberapa jam pihak keluarganya pun datang untuk menjemput,

Keluarga: “Sudahlah, Mas. Relakan istrimu, jangan dikipasin begitu…”

Suami: “Biarkan saya sendiri!”

Karena tidak bersedia untuk diajak pulang maka pihak keluarga berinisiatif memanggil seorang syeikh, untuk menasihatinya.

Syeikh: “Saudara, kamu tidak usah seperti itu, mari kita pulang!”

Suami: “saya bingung” Pak. Kata istri saya sebelum meninggal, kalau saya mau nikah lagi harus menunggu hingga kuburannya kering!”

sumber: ‘humor salafi‘ karya Abu Umar Basyir

Advertisements

One comment on “Merelakan Sang Istri

  1. Thank you for such a fantastic web site. On what other blog could anyone get this kind of information written in such an insightful way? I have a presentation that I am just now working on, and I have been looking for such info.
    My blog is about

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s